Saturday, July 20, 2019

Furnitur Jepara Mengukir Keunikan di Pasar International

Dalam kantor kecil Mbak Njum di kota pantai Jawa Tengah, Jepara, terdapat diskusi tentang ekspor, tren gaya, kontainer kargo dan logistik terkait industri furnitur Jepara. "Dulunya Eropa Barat adalah pasar terbesar dari usaha industri Jepara Mbak Njum, yang memulai bisnisnya sejak 1997. Dia menambahkan bahwa sekarang pelanggan Indonesia menyumbang 10 persen dari penjualan mereka seperti set kursi kayu jati dan kamar set jati. Pada papan tulis di kantornya di tulis beberapa nama negara di mana produknya diekspor, yakni: Arab Saudi, Kanada, Australia.

Baru tahun lalu, Sistem Jaminan Legalitas Kayu Indonesia (SVLK) adalah sistem pertama yang disetujui di seluruh dunia untuk melisensikan Undang-Undang, Tata Kelola dan Perdagangan Kehutanan Uni Eropa (FLEGT). Lisensi ini memungkinkan kayu legal dan produk kayu seperti kamar set jati dapat memasuki pasar Eropa tanpa masalah. Lisensi ini diharapkan menjadi berkah bagi usaha kecil di Jepara.

Kehidupan ekonomi Jepara sebagian besar digerakkan oleh industri  kayu dan furnitur kayu. Jalan-jalan kota dipenuhi dengan pemandangan balok kayu yang diangkat dan truk-truk yang mengangkut kayu, perempuan mengukir desain rumit di kios-kios jalanan, para lelaki memotong dan mengukur meja-meja jati dan berbagai jenis furnitur Jepara seperti kamar set jati dijual di toko-toko besar dan kecil.

Didampingi oleh lagu The Beatles, para lelaki membungkus meja kopi, set kursi jati dan kamar set jati. Para wanita menyiapkan bangku dan kursi untuk dikirim ke Australia, sebuah ukiran Yesus yang terletak di sebelahnya, menunggu sentuhan terakhir pada bagian tangan dan salibnya, dan aku berharap sebuah gereja di Australia akan membelinya.

Nur Hamidah, yang melakukan kegiatan ukiran kayu hias kamar set jati bersama dengan sekelompok wanita lain, mengatakan: "Ini adalah pekerjaan yang kita kenal sejak kecil, pekerjaan ini seperti bagian dari kehidupan sendiri, yang sudah ada dalam darah kita."

Dalam sebuah wawancara di sebuah lokakarya CIFOR, Inah Nuroniah, presiden Kamar Dagang dan Industri Jepara mengatakan: "Sekarang Jepara memiliki populasi 1,2 juta orang, dan industri furnitur Jepara adalah sumber utama pendapatan. Bersama-sama mencari cara agar industri furnitur memajukan bisnis kecil sekarang dan di masa depan.